Pengertian e-commerce
Pengertian e-commerce atau definisi e-commerce adalah kegiatan komersial dengan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran
barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www,
atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana
elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis,
dan sistem pengumpulan data otomatis.
Electronic
Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business
(bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para
ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce
dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan
barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media
elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan
perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya,
“e-commerce is a part of e-business”.
Dari
apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para
pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui
suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir
menggunakan media internet.
E-commerce
adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers),
manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara
(intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks)
yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa
e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce
memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan
Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum,
menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications,
and business procces that link enterprises, consumers, and communities through
electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and
information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi
dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui
transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan
secara elektronik.
E-commerce
digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan
perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau
antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public.
Kegiatan
e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang
berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik,
SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online
(online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction
processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI),
dll.
E-commerce
merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak
hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis,
pelayanan nasabah, dll.
Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan
sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang
dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu
jaringan yang digunakan adalah internet.
Selain
teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau
pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk
teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan
alat pembayaran untuk e-commerce ini.
Sementara
itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif,
yaitu:
1.
Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi,
produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi
lainnya.
2.
Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju
otomatisasi transaksi bisnis dan work flow.
3.
Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk
mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.
4.
Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan
membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online
lainnya.
Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology
(2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk
melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website
E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang
dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam
bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang
tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan
sebagainya.
Seluruh
definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup
komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan
obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah
internet).
e-Commerce
akan merubah semua kegiatan marketing dan
juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading
(perdagangan). Proses yang ada dalam E-commerce adalah sebagai berikut :
- Presentasi electronis
(Pembuatan Web site) untuk produk dan layanan.
- Pemesanan secara langsung dan
tersedianya tagihan.
- Otomasi account
Pelanggan secara aman (baik nomor rekening
maupun nomor kartu kredit)
- Pembayaran yang
dilakukan secara Langsung (online) dan
penanganan transaksi (Januri, dkk, 2008).
Jenis
e-Commerce
e-Commerce
dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang
memiliki karakteristik berbeda-beda yaitu:
1.
Business to Business (B2B)
Business
to Business e-Commerce memiliki karakteristik:
- Trading partners
yang sudah diketahui dan umumnya
memiliki hubungan (relationship) yang cukup
lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan
partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan
komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun
sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
- Pertukaran data
(data exchange) berlangsung berulang-ulang
dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang
sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis
yang digunakan sudah tertentu. Hal ini
memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang
sama.
- Salah satu
pelaku dapat melakukan inisiatif untuk
mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
- Model yang
umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana
processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2.
Business to Consumer (B2C)
Business
to Consumer e-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Terbuka untuk umum, dimana
informasi disebarkan ke umum.
- Servis yang diberikan bersifat
umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak
ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis
diberikan dengan menggunakan basis Web.
- Servis diberikan berdasarkan
permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser
harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
- Pendekatan
client/server sering digunakan dimana
diambil asumsi (client consumer)
menggunakan sistem yang minimal (berbasis
Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi
server.
3. Consumen
to consumen(C2C)
Dalam
C2C seseorang menjual produk atau jasa
ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai
pelanggan ke palanggan yaitu orang yang
menjual produk dan jasa ke satu sama lain.
Lelang
C2C. Dalam lusinan negara, penjualan dan pembelian C2C dalam situs lelang
sangat banyak. Kebanyakan lelang dilakukan oleh perantara, seperti
eBay.com, auctionanything.com, para pelanggan juga
dapat menggunakan situs khusus seperti buyit.com
atau bid2bid.com. Selain itu banyak pelanggan
yang melakukan lelangnya sendiri seperti greatshop.com
menyediakan piranti lunak untuk menciptakan komunitas
lelang terbalik C2C online.
4.
Comsumen to Business(C2B).
Dalam
C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu,
dan para pemasok bersaing untuk menyediakan
produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya
di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan
produk dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok
yang memenuhi kebutuhan tersebut. (Januri, dkk, 2008).
Keuntungan
e-Commerce
- Bagi Perusahaan,
memperpendek jarak, perluasan pasar, perluasan jaringan
mitra bisnis dan efisiensi, dengan
kata lain mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan
pelayanan lebih responsif, serta mengurangi biaya-biaya yang
berhubungan dengan kertas, seperti biaya
pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya
sehingga dapat meningkatkan pendapatan.
- Bagi Consumen, efektif, aman
secara fisik dan flexible
- Bagi Masyarakat Umum,
mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan,
membuka peluang kerja baru, menguntungkan dunia akademis, meningkatkan
kualitas SDM (Januri, dkk, 2008).
Kerugian
e-Commerce
- Meningkatkan Individualisme,
pada perdagangan elektronik seseorang dapat bertransaksi dan
mendapatkan barang/jasa yang diperlukan
tanpa bertemu dengan siapapun.
- Terkadang
Menimbulkan Kekecewaan, apa yang dilihat
dilayar monitor komputer kadang berbeda dengan apa yang dilihat
secara kasat mata. (Januri, dkk, 2008)
Kalangan
bisnis melihat e-commerce adalah sebagai suatu kemungkinan bisnis
yang baru dengan banyak sekali keunggulan yang dipunyainya.
Berbagai keunggulan itu antara lain:
1.
Jangkauan atau cakupan yang luas dan basis konsumen yang besar. Para pengecer
yang menggunakan web akan menikmati keuntungan dari jumlah konsumen
yang terus bertambah banyak. Berbagai hambatan geografis yang ada selama ini
menjadi hilang dan tidak ada batasan mengenai jangka waktu kegiatan. Jam
beroperasi hanya dibatasi oleh hardware dan software
yang digunakan.
2.
Pendapatan yang terus bertambah. Web membuka berbagai kemungkinan dalam
melakukan penjualan dan distribusi. Merchants mendapatkan berbagai
keuntungan dari besarnya pasar yang ada baik dilihat secara geografis maupun
dilihat dari sisi jumlah konsumen.
3.
Penghematan biaya. Penggunaan e-commerce akan dapat secara drastis
mengurangi biaya inventaris/persediaan yang harus disediakan oleh
merchant dalam suatu waktu. Terdapat berbagai perusahaan yang tidak mempunyai
persediaan (inventory) tetapi mereka dapat menawarkan berbagai macam produk
kepada pelanggannya. Mereka hanya menghubungkan antara berbagai macam
permintaan yang ada kedalam sistem yang digunakan oleh produsen.
4.
Hubungan yang lebih baik dengan konsumen. Perdagangan secara on-line
mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan konsumen secara lebih dekat dan
cepat. Konsep ini dikenal sebagai one to one marketing, dimana merchant dapat
secara langsung berinteraksi dengan konsumen. Bab 1 – Pengenalan
E-Commerce
Lebih
lanjut Martin et al. (1999) mengatakan bahwa terdapat dua aspek manfaat
penggunaan e-commerce melalui internet dalam bisnis:
1.
New Concept Support Capabilities
Dengan
menggunakan fasilitas internet konsumen bisa lebih bebas mengakses informasi
yang dibutuhkan (mengenai produk, pelayanan, dan lain-lain).
2.
New Marketing Channel
Internet
tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tapi juga memberikan cost
effective bagi perusahaan untuk membuka saluran pemasaran yang baru. Menurut
studi yang dilakukan oleh Himelstein, Nenborne dan Eng (1997) sangat
dianjurkan perusahaan menerapkan pemasaran berdasarkan Web karena akan
mendapatkan beberapa keuntungan:
a.
Attrack new customer
Studi
yang dilakukan oleh Daniel dan Strrey yang dikutip oleh Martin et.al, (1997) di
industri perbankan menemukan bahwa adanya layanan perbankan electronik membuat
nasabah tidak berpindah ke bank lain.
b.
Single point of contact
Dengan
internet sangat mungkin terjadinya single point of contact bagi
pelanggan, karena pelanggan dengan cukup satu kali mengakses ke website
tertentu, mereka bisa mengakses banyak produk dari berbagai macam divisi dalam
perusahaan yang sama.
c.
Market research
Memberikan
informasi pada pelanggan melalui iklan dan membangun kesadaran merk.
Secara
prakmatis dapat dikatakan bahwa berbisnis dengan e-commerce memberikan
berbagai manfaat dan keuntungan, seperti:
1.
Kemampuan untuk bisa diakses jauh lebih luas atau melebarkan jangkauan (global
reach).
2.
Revenue stream yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui
cara konvensional.
3.
Meningkatkan market exposure.
4.
Memperpendek waktu product-cycle.
5.
Meningkatkan customer loyality.
6. Menaikkan
value chain dengan mengkomplemenkan business practice,
mengkonsolidasikan informasi dan membukanya kepada pihak-pihak yang terkait di
dalam value chain.
7.
Meningkatkan daya saing dan kualitas layanan.
8.
Mengurangi mata rantai untuk pengadaan produk dan meningkatkan supply
management.
9.
Efisiensi biaya atau menurunkan biaya operasi (operating cost efficiency).
10.
Peluang lahirnya bisnis atau produk dan layanan baru.
Dengan
melihat keuntungan-keuntungan di atas, maka kita merasa bahwa e-commerce
merupakan suatu keharusan. Akan tetapi kita tidak dapat langsung terjun ke
dalam tanpa mengerti pola bisnis atau model bisnis yang menjadi berubah dengan
adanya e-commerce ini. Usaha untuk mengerti tentang e-commerce,
khususnya untuk keperluan promosi UMKM merupakan salah satu tujuan dari
modul ini.
Karakteristik E-Commerce
Berbeda
dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa
karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi
tanpa batas
Sebelum
era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau
individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu
dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini
dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara
internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di
situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari
seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on
line.
Transaksi
anonym
Para
penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka
satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang
mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang
ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk
digital dan non digital
Produk-produk
digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital
dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik.
Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi
barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk
barang tak berwujud
Banyak
perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak
berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi
e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas
tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global,
namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas
Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan
cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara
intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi
informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada
masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam
kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat
bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi
antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang
bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan
perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi
e-commerce.
Secara
umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to
Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business
to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis,
sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line
(electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam
Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading
partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati
bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik,
sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam
kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to Customer.
Mekanisme E-Commerce
Transaksi
elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui
internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui
internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung
secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi
tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen elektronik (digital
document).
Kontrak
on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal,
seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu
:
1.
Kontrak melalui chatting dan video
conference.
2.
Kontrak melalui e-mail.
3.
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting
dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang
biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting
seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti
telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau
pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan
beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak
yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan
menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara
langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor
televisi.
Kontrak
melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena
pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat
murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan
dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan
mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak
e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau kepada
banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan
pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di
samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan
melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya
dilakukan melalui e-mail.
Kontrak
melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang
berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga)
memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat
self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang
memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para
konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu
kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
-
untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya.
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah
konsumen.
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai
dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme
transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu
produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu
website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila
konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi
order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.
Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam
Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan
E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan
keuntungannya.
Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem
transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua
orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk
yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan
waktu.
b. Menurunkan biaya operasional
(operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi
yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga
biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang
berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi.
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas
tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan
media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara
lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal
pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih
sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada
perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia
sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem
supply management yang baik harus ditingkatkan.
f. Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri
dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam
pemesanan bahan baku atau produk
yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena
on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung
terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura
Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the
World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan
informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan
distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu
relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis
di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat
untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu
berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses
informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan
logistik secara online dan otomatis.
Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat
membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan
diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang
berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu
legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring
komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi,
seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server
palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka
secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan
fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik
secara sengaja maupun tidak disengaja.
0 komentar