Kamis, 03 April 2014

Tulisan 2-Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional


Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap iklim semakin tinggi maka ketersediaan data iklim baik secara global, regional, maupun lokal sangat diperlukan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi sebagai salah satu institusi di bawah Departemen Pertanian memiliki mandat untuk mengembangkan database sumber daya iklim untuk kebutuhan pertanian nasional.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan database iklim ini terutama berkaitan dengan format dan struktur data yang belum standar. Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses.

Permasalahan tersebut di atas menjadi masukan utama di dalam penelitian Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional. Sistem tersebut menggabungkan data tabular (data iklim, infomasi stasiun iklim) dan spasial (peta administrasi) dengan menggunakan teknologi pemrograman yang dapat mendisain sistem database menurut kebutuhan pengguna misalnya: (a) menampilkan data dan informasi iklim secara cepat berdasarkan pilihan jenis parameter, periode waktu, dan lokasi stasiun yang diinginkan, (b) menampilkan distribusi stasiun pengamat iklim/curah hujan, (c) mengolah data iklim ke beberapa satuan waktu seperti data dasarian, bulanan, dan tahunan, dan (d) menampilkan hasil olahan tersebut dalam beberapa kemasan baik secara display di monitor komputer secara tabular ataupun histogram, printout, dan file.

Proses penyusunan sistem database iklim nasional meliputi dua tahapan utama yaitu: Pengembangan prototipe sistem database iklim nasional, dan Pengembangan database iklim Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan
penyiapan data (spasial, tabular) yang diperoleh dari Puslitbangtanak maupun dari instansi terkait seperti BMG dan Bakosurtanal.

Parameter iklim adalah parameter yang menggambarkan kondisi iklim, seperti curah hujan, temperatur, kelembaban, kecepatan angin, evapotranspirasi, dan radiasi matahari. Kegiatan diawali dengan inventarisasi data seperti:
  1. Peta digital seluruh Indonesia lengkap dengan batas administrasi sampai level kecamatan. Peta digital ini dalam format LL (Latitude Longitude) dan untuk keperluan pengembangan sistem database sedang ditransfer ke format UTM.
  2. Data iklim/curah hujan manual yang berasal dari instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Dinas Pertanian, Kimpraswil, Badan Litbang Pertanian, dan lain sebagainya.
  3. Data iklim/curah hujan digital yang berasal dari stasiun otomatis milik Puslitbangtanak terdiri atas 75 stasiun iklim dan 4 stasiun hujan.
Pengembangan sistem database dan informasi sumberdaya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular. Semua data itu diklasifikasikan berdasarkan karakteristik objek atau berdasarkan bentuk penyajian, yaitu: (1) file poligon/satuan lahan (batas adminsitrasi), (2) file garis (sungai dan jalan), (3) file titik (lokasi staisun iklim), dan (4) file gambar ( legenda dan keterangan lainnya).

Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan. Setiap layer memiliki informasi yang terintegrasi dengan data tabular yang berupa angka (numeric data) seperti data iklim, nama provinsi dan lokasi stasiun.

Selanjutnya data yang sudah diklasifikasikan diproses dan ditampilkan dalam beberapa kemasan (display, printout, dan file textual). Struktur data yang dihasilkan dari bagian ini menjadi dasar dalam pengembangan analisis data iklim untuk menghasilkan informasi sumberdaya iklim yang lebih akurat, reliability, dan cepat.

Kesalahan pada salah satu bagian akan mengakibatkan kesalahan pada keluaran informasi yang diperlukan. Oleh karena itu sistem database ini harus baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, agar Balitklimat sebagai satu-satunya institusi di Lingkup Badan Litbang Pertanian yang bertanggung jawab dengan database iklim pertanian mampu memberikan informasi iklim yang bukan saja dapat dipercaya kebenarannya tetapi juga mampu memberikan informasi secara rutin, terbaru dan kontinu. Untuk mengetahui informasi jumlah stasiun dibuat menu khusus seperti Gambar.

Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk analisis agroklimat dan hidrologi dengan menggunakan input dari sistem database:
  1. Estimasi evapotranspirasi.
  2. Perhitungan neraca air secara spasial berbagai jenis komoditas pertanian.
  3. Trend perubahan iklim antar tempat dan waktu.
Prediksi curah hujan dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti Kalman Filter dan Box Jenkins. Zonasi parameter iklim. Link sumberdaya iklim dengan sumberdaya tanah ataupun informasi pertanian lainnya. serta analisis lain yang berkaitan dengan informasi sumberdaya iklim. Kehandalan sistem database sumberdaya iklim sangat tergantung pada aspek: ketersediaan data iklim maupun data spasial penunjang, sumberdaya manusia, dan perangkat lunak dan keras. Oleh karena itu disarankan pengembangan ketiga aspek ini harus mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu dan pengetahuan. Serta kebutuhan Balaitklimat di masa datang.

Kesimpulan :
Pemilihan diksi dari artikel ini sudah cukup tepat,  misal :
Pengembangan sistem database dan informasi sumber daya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular.

Dari kalimat diatas dijelaskan bahwa sebuah pengembangan sistem database dengan prinsip perpaduan antara jenis data spasial dan tabular. Dengan membaca sekali, pembaca dapat mengerti dengan jelas isi dari setiap kalimat.

Selain itu penggunaan kalimat asing juga sudah benar dengan menuliskan secara miring “Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses”.

Namun ada beberapa yang masih kurang tepat dalam penulisannya, seperti penggunaan kata layer yang tidak ditulis miring. “Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan”.

Dalam artikel ini terdapat banyak istilah-istilah asing yang mungkin belum terlalu dipahami pembaca, seperti: agroklimat, evapotranspirasi dan lain-lain.

Kelebihan :
Isi artikel diatas sangat penuh informasi tentang sistem informasi dibidang balai klimat dan hidrologi. Ide cerita juga sangat baik karena mengenalkan kita tentang balai klimat dan hidrologi. Rata-rata susunan kalimatnya cukup tepat. Terdapat banyak istilah asing yang dapat memperkaya pemahaman tata bahasa Indonesia bagi para pembaca.

Kekurangan :
Belum ada daftar pustaka tentang pembuatan artikel yang dapat dijadikan referensi lebih lanjut.

Tulisan 1-Sosialisasi Open Source di Lingkungan Universitas


Sun Mycrosystem belum lama ini merangkul dunia pendidikan di Indonesia untuk ikut dalam program Sun Campuss Ambassadorr. Program yang diperkenalkan pada tanggal 26 April 2007  lalu ini, memiliki tujuan untuk menyosialisasikan berbagai platform teknologi Sun (khususnya OpenSolaris dan Java) kepada para sesama rekan mahasiswa, pengajar, dan peneliti di lingkungan perguruan tinggi. Nantinya, diharapkan platform tersebut bisa menjadi platform pilihan di kalangan para pengembang akademisi muda.


Sun Campuss Ambassador ini merupakan bagian dari program Sun Educational Global yang selama ini selalu berfokus untuk memfasilitasi pengembangan-pengembangan terkenal di kalangan akademisi. “Sun Campuss Ambassador merupakan komponen utama dalam Sun Academic Initiative (SAI) dan dirancang untuk mengembangkan penggunaan teknologi tersebut di kalangan mahasiswa,”  ujar Harry Kaligis, Bussiness Development and Marketing General Manager PT Sun Microsystem Indonesia.


Sampai saat ini, program Sun Campuss Ambassador telah menjaring 300 mahasiswa di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Kartika Anindya Putri, mahasiswi jurusan Ilmu Komputer, Universitas Indonesia terpilih sebagai Sun Campuss Ambassadir Indonesia 2007. Nantinya, Kartika bersama pakar teknologi open source Sun Microsystem Indonesia akan memberikan berbagai pelatihan kepada komunitas pengembang teknologi Sun. Terpilihnya Kartika ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Dr. Zainal Hasibuan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu Komputer, Univeritas Indonesia mengatakan, “Kami bangga mahasiswi kami terpilih menjadi Sun Campuss Ambassador Indonesia 2007. Program ini dapat membuka kesempatan kepada para mahasiswa, pengajar, dan peneliti untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan teknologi open source.”


Istilah penting :
  • Platform (bahasa Inggris: cross-platform) adalah istilah dalam teknologi informasi mengenai sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan di beberapa sistem operasi yang berbeda (Microsoft Windows, Linux, Mac OS, BSD dan lain sebagainya).
  • Open Source (bahasa Indonesia: Sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet).
  • Sun Microsystems, Inc. adalah sebuah perusahaan yang menjual komputer, komponen komputer, perangkat lunak, dan pelayanan teknologi informasi yang bermarkas di Santa Clara, California.
  • Java dan OpenSolaris adalah software opensource yang diciptakan oleh Sun Microsystem, Inc.
Analisis :
  • Setiap dialog baru, harus dibuat alinea/paragraph baru walau cuma satu kata/kalimat.
  • Menyosialisasikan seharusnya mensosialisasikan
  • terdapat kesalahan penulisan kata pada “Sun Campuss Ambassadir” seharusnya “Sun Campuss Ambassador”.
  • Menurut saya pilihan kata dan susunan kalimat-kalimat yang digunakan dalam artikel ini baik dan mudah dimengerti,  peristilahan dalam bahasa inggris yang digunakan-pun wajar dan umum digunakan dalam bidang teknologi informasi.
Sumber : Majalah CHIP, halaman 34, Mei 2007.

Jumat, 14 Maret 2014

Tugas 1-Fungsi Bahasa


I.    Pendahuluan


Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks dari pada yang dapat diperoleh dengan menggunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa merupakan sistem komunikasi yang  mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer (manasuka), yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Bahasa mencakup dua bidang, yaitu vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan arti atau makna bunyi dengan sesuatu yang diwakilinya. Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk berkomunikasi, alat untuk mengadakan integrasi, dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf, 1997 :3).


Bahasa merupakan sarana atau alat yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan keinginan atau kehendaknya. Suatu hasil pemikiran dan renungan seseorang akan disampaikan  atau ditujukkan ke orang lain dengan menggunakan bahasa.


Contoh : Seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tepat, yaitu kepada ayah dan bundanya.


Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama. Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. (Gorys Keraf, 1997 : 4).


Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Sehingga kita sering mendengarkan istilah “ Bahasa Komunikatif”.


Misalnya : Kata Makro hanya dapat dipahami oleh golongan masyarakat tertentu. Besar atau luas mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka untuk mempelajari dan mengambilnya untuk kemudian dipergunakan berinteraksi dengan orang/bangsa lain.


Sebagai alat adaptasi, maka kita harus menggunakan bahasa yang tepat dalam beradaptasi dengan lingkungan yang kita hadapi. Sebagai kontrol sosial bahasa sangat efektif. Sebagai kontrol sosial bahasa diterapkan sebagai alat penerangan, informasi, maupun pendidikan.


1. Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar


Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.


Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.


Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
  • Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?
  • Apa yang kamu lakukan tadi?
  • Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
    • Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
    • Rino : sudah saya kerjakan pak.
    • Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
    • Rino : Terima kasih Pak
Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.


Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1)   Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?
(2)   Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?


Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3)   Berapa nih, Bu, tauge nya?
(4)   Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?

Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul


Bahasa Indonesia
Bahasa Gaul (Informal)
Aku, Saya
Gue
Kamu
Elo
Di masa depan
Kapan-kapan
Apakah benar ?
Emangnya bener ?
Tidak
Gak
Tidak peduli
Emang gue pikirin !


Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. Contoh pada “Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.


Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat.


Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya.


2. Contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi


- Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
- Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
- Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
  • Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
  • Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
  • Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
  • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki ciri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
Contohnya :
Misalnya berupa :
-  Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).


Contohnya :
-  Bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
-   Adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
-   Alarm untuk tanda segera berkumpul
-   Bedug untuk tanda segera melakukan sholat
-   Telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
-  Simbol tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
-  Gambar peta yang menunjukkan jalan
-  Suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
-  Adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
-  Bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.


Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Misalkan seorang satpam perumahan  berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut. Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.