Selasa, 10 Januari 2012

PERBEDAAN SISTEM OBJEK ORIENTED DAN TERSTRUKTUR

 Perbedaan
sistem objek oriented dan terstruktur





Kata Pengantar

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karuniaNya yang diberikan kepada kita semua, izinkanlah kami mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya sehingga makalah ini bisa dapat diselesaikan dengan baik.

Adapun makalah ini menjelaskan tentang “ PERBEDAAN (KELEBIHAN DAN KEKURANGAN) DARI SISTEM OBJEK ORIENTED DAN TERSTRUKTUR” yang berfokus mnjelaskan “PERBEDAAN OO DAN TERSTRUKTUR DARI SEGI SOFTWARE DAN TOOLS.

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.

Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).

Penyusun menyadari bahwa baik isi maupun cara penyusunan makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu,segala saran,tegur sapa,dan kritik membangun sangat penyusun harapkan. Demikianlah mudah-mudahan makalah ini berguna dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. 
                                                                              




DAFTAR ISI


Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
 1.1 Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek
 1.2 Pengertian Pemrograman Terstruktur
 1.3 Perbedaan pengembangan sistem dengan metode Object Oriented (OO)
      & Metode terstruktur
 1.4 OOP (Object Oriented Programming)

BAB II LATAR BELAKANG
  2.1 Object Oriented Technology
  2.2 Keunggulan dan Kelemahan Object Oriented Technology
  2.3 Object Oriented Technology

Kesimpulan
Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.
                      
1.2 Pengertian Pemrograman Terstruktur


Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.

Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).
Setelah mengetahui pengertiannya? Dilihat dari pengertian di atas, pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
            b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
            c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
            d. Tidak menggunakan perintah GOTO
            e. Biaya pengujian program relatif rendah
            f. Memiliki dokumentasi yang baik
            g.Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

Berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ). Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :
1.maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer.
2.pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
3.dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

Jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.

Permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.

1.3 Perbedaan pengembangan sistem dengan metode Object Oriented (OO) & Metode terstruktur

Perbedaan pengembangan sistem metode terstruktur dan metode  OO adalah dengan menggunakan OO maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut, lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi, tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan system, Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi, dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

Sedangkan untuk pengembangan terstruktur, menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur, merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry, sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan, Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek, merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer, relatif simpel dan mudah dimengerti, berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional, Prinsip dasar terstruktur merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.

Perbedaan
Struktural
Objek oriented
Pengertian
Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program
pemrograman berbasis obyek (OOP) berdasarkan pada konsep object dan interaksinya. Program diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah
Isi
Terdiri dari urutan-urutan
Terdiri dari modul-modul
Model data
Kurang fleksibel
fleksibel
Pembelajaran
mudah dipahami
Lebih mudah dipahami
Tujuan
a. Untuk meningkatkan kualitas, kehandalan dan produktifitas program
b. Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi program
c. Untuk menyederhanakan program
d. Untuk maintenance (pemeliharaan) program
a. Meningkatkan produktifitas pemrogram dengan meningkatkan perluasan dan penggunaan kembali perangkat lunak
b. Untuk lebih memudahkan memahami isi program karena terdiri dari modul-modul terpisah
c. Program menjadi lebih sederhana
d. Memudahkan untuk maintenence
Sifat
a. Focus bagaimana cara computer menangani masalah.


b. Kurang aman



c. code hanya digunakan sekali saja untuk program tersebut


d. jika ada perubahan dalam program maka harus di cek dari awal karena adanya variable local dan variable global
e. sulit mencari kesalahan
a. focus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan computer
b. aman karena setiap data terencapsulasi dari kelas-kelasnya
c. kode bisa digunakan kembali (reuseable) karena disimpan sebagai objek
d. jika program berubah maka hanya mengubah modul-modul yang berhbungan saja


e. relative lebih mudah mencari kesalahan
Contoh
c, pascal, basic
java, C++

1.4 OOP (Object Oriented Programming)

OOP adalah paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini, karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman prosedural sudah tidak layak lagi .

OOP diciptakan karena dirasakan masih adanya keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah, semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Dalam OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang dapat disebut sebagai objek. Proses perancangan atau desain dalam suatu pemrograman merupakan proses yang tidak terpisah dari proses yang mendahului, yaitu analisis dan proses yang mengikutinya. Pembahasan mengenai orientasi objek tidak akan terlepas dari konsep objek seperti inheritance atau penurunan, encapsulation atau pembungkusan, dan polymorphism atau kebanyakrupaan. Konsep-konsep ini merupakan fundamental dalam orientasi objek yang perlu sekali dipahami serta digunakan dengan baik, dan menghindari penggunaannya yang tidak tepat.
Class dan Objek

Dalam lingkungan program berorientasi objek, pemrogram mendefinisikan class secara statik. Pada saat run-time, class akan diinstantiasi menjadi objek. Ada pun objek yang merupakan instantiasi dari suatu class selalu dapat diacu melalui current objek, apa pun nama instant-nya.

Dapat didefinisikan bahwa class merupakan struktur data dari suatu objek, lebih jelasnya adalah sebuah bentuk dasar atau blueprint yang mendefinisikan variabel method umum pada semua objek dari beberapa macam. Objek sendiri adalah kumpulan variabel dan fungsi yang dihasilkan dari template khusus atau disebut class. objek adalah elemen pada saat run-time yang akan diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan ketika eksekusi. Ada pun class merupakan definisi statik dari himpunan objek yang mungkin diciptakan sebagai instantiasi dari class. Sederhananya adalah kumpulan objek yang mempunyai atribut sama. Dengan demikian, pada saat run-time maka yang kita miliki adalah objek.

Pada bahasa pemerograman web lain ex. Java file harus disimpan dengan nama class berbeda dengan PHP kita dapat memberikan nama yang tidak mesti sama dengan nama classnya

Inheritance

Inheritance atau pewarisan adalah kalimat yang pasti ada di dalam pemerograman berorientasi objek disebut juga dengan istilah reusable.

Ketika kita menggunakan kembali atau mengganti method dari class yang sudah ada, serta ketika menambahkan field instant dan method baru, maka pada saat itulah Anda bekerja dengan inheritance. Konsep ini merupakan konsep yang fundamental dalam orientasi objek dan harus digunakan dengan baik, ada beberapa macam Inheritance atau pewarisan yang ada di dalam OOP Single Inheritance dan Multple Inheritance

- Single Inheritance

- Multiple Inheritance

Dalam penggunaan inheritance class Induk akan mewariskan semua atribut yang ia miliki sehingga class bawahnya akan memilki atribut yang sama dengan class induk, bahkan dapat memilki kebabasan untuk memilki atribut berbeda dengan class induknya berikut ilustrasi dalam php
catatan :
sampai sekarang PHP belum mendukung multiple inheritance seperti C++ walapun PHP dan c/c++ begitu banyak kemiripannya, dan perubahan PHP versi 5 ditekankan pada OOP salah satunya adalah beberapa tambahan untuk kemampuan inheritance.


Ada pun di dalam implementasi pemrograman, kebanyakan pemrogram merasakan beberapa manfaat dari inheritance atau pewarisan, diantaranya: Subclass mampu menyediakan perilaku khusus dari elemen dasar yang disediakan oleh superclass.

Pemrogram dapat mengimplementasikan superclass untuk memanggil class abstrak yang menyatakan perilaku umum.















BAB II
LATAR BELAKANG

2.1 Object Oriented Technology

            Object Oriented Technology merupakan cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luar biasa sepanjang siklus pengenbangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan system secara keseluruhan.


Tahapan-Tahapan Object Oriented Technology

Pada Object Oriented Technology ada beberapa metode yang digunakan dlam pengembagan sistem. Salah satu yang terkenal adalah OMT (Object Modelling Technique) yang diciptakan oleh Rambough. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam OMT ini adalah:
o Model Objek
o Model Dinamis
o Model Fungsional

Dalam pengembangan sistem berbasis objek diperlukan tahapan proses analisis yang akan dilanjutkan dengan tahapan desain/perancangan sistem.

2.2 Keunggulan dan Kelemahan Object Oriented Technology

a. Keunggulan OMT

1. Uniformity

Pengembang cukup menggunakan satu metodelogi dari tahap analisis hingga perancangan. Dengan adanya perkembangan ke arah aplikasi GUI (graphical User interface) , OMT memungkinkan merancangn user interface secara terintegrasi bersama dengan perancangan perangkat lunak sekaligus dengan perancangan basis data.

2. Understandability

Kode-kode yang dihasilkan dapat diorganisasi ke dalam kelas-kels yang berhubungan dengan masalah sesungguhnya sehingga lebih mudah dipahami.

3. Stability

Kode program yang dihasilkan relatif stabil sebab mendekati permasalahn sesungguhnya dilapangan.

4. Reusability

             Dimungkinkan penggunaan kembali kode-kode sehingga akan mempercepat waktu pengembangan perangkat lunak.

b. Kelemahan OMT

Metode berorientasi objek merupakan konsep yang relatif baru sehingga belum ada standar yang diterima semua pihak dalam menentukan tool apa yang digunakan sebagai dasar analisi serat perancangan perangkat lunak.

2.3 Object Oriented Technology

A.  Pengantar Object Oriented Technology

Object Oriented Technology merupakan cara pengembangan perangkat lunak
berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luar biasa sepanjang siklus pengenbangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan sistem secara keseluruhan. Dalam pengembangan sistem berorientasi objek ini , konsep-konsep dan sifat-sifat object oriented digunakan.

Kosep-konsep tersebut adalah:

1. Kelas

Kelas adalah konsep OO yang mengencapsulasi/membungkus data dan abstraksi prosedural yang diperlukan untuk menggambarkan isi dan tingkah laku berbagai entitas. Kelas juga merupakan deskripsi tergeneralisir (misl template, pola, cetak biru) yang menggambarkan kumpulan objek yang sama.

2. Objek

Objek digambarkan sebagai benda, orang, tempat dan sebagainya yang ada di dunia nyata yang penting bagi suatu aplikasi. Objek mempunyai atribut dan metoda.

3. Atribut

Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi kelas atau objek dimana atribut tersebut berada.

4. Metoda/Servis/Operator

Metoda adalah prosedur atau fungsi yang tergabumh dalam objek bersama dengan atribut. Metode ini digunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut.

5. Message

Message adalah alat komunikasi antar objek. Hubungan antar objek ditentukan oleh
problem domain dan tanggung jawab sistem.

6. Event

Event adalah suatu kejadian pada waktu yang terbatas yang menggambarkan rangsangan (stimulus) dari luar sistem.

7. State

State adalah abstraksi dari nilai atribut dan link dalam sebuah objek. State merupakan
tanggapan dari objek terhadap event-event masukan.

8. Skenario

Skenario adalah urutan event yang terjadi sepanjang eksekusi sistem Karakteristik-karakteristik yang terdapat dalam metode pengembangan sistem berorientasi objek adalah:

�� Encapsulation

            Encapsulation merupakan dasar untuk membatasi ruang lingkup program terhadap data yang diproses. Data dan prosedur dikemas dalam suatu objek sehingga prosedur lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Data akan terlindungi dari prosedur atau objek lain.

�� Inheritance
            Inheritance (pewarisan) adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan metode dari induknya langsung. Suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan secara spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki kelas induknya dan ditambah dengan sifat nik yang dimilikinya.

�� Polymorphism

             Polymorphism menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda. Polimorfisme juga menyatakan bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan kelas.

B. Tahapan-Tahapan Object Oriented Technology

Pada Object Oriented Technology ada beberapa metode yang digunakan dalam pengembagan sistem. Salah satu yang terkenal adalah OMT (Object Modelling Technique) yang diciptakan oleh Rambough. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam OMT ini adalah:
o Model Objek
o Model Dinamis
o Model Fungsional

Dalam pengembangan sistem berbasis objek diperlukan tahapan proses analisis yang akan dilanjutkan dengan tahapan desain/perancangan sistem. Untuk translasi model dari proses analisis ke proses desain dapat digambarkan berikut

C. Langkah-langkah Proses OOA dalam metode OMT

1. Tentukan domain masalah

2. Bangun model objek
- Identifikasi kelas yang relevan untuk masalah tersebut
- Tentukan atribut dan asosiasi
- Tentukan link objek
- Organisasikan kelas objek dengan menggunakan pewarisan

3. Kembangkan Model Dinamis
- Siapkan skenario
- Tentukan event dan kembangkan penelusuran event untuk masing-masing skenario
- Buatlah diagram aliran event
- Kajilah tingkah laku untuk konsistensi dan kelengkapannya.

4. Buatlah Model Fungsioanal untuk sistem tersebut
- Identiikasikan input dan output
- Gunakan aliran data untuk merepresentasikan transformasi aliran
- Kembangkan msing-masing fungsi

D. Langkah-langkah Proses OOD dalam OMT

1. Lakukan Desain Sistem
- Partissi model analisis ke dalam subsistem
- Identifikasi konkurensi yang ditentukan oleh masalah
- Alokasikan subsistem ke prosesor dan tugas.
- Pilih strategi untuk manajemen data
- Identifikasikan sumber daya globl dan mekanisme kontrol untuk mengakses
- Kajilah dan perhatikan trade-offs

2. Lakukan Desain Objek
- Pilih operasi model analisis
- Tentukan algoritma untuk masing-masing operasi
- Pilih struktur data untuk setiap algoritma
- Tentukan kelas internal
- Kajilah organisasi kelas untuk mengoptimalkan akses ke data dan tingkatkan
efesiensi komputasi
- Rancang atribut kelas

3. Implementasi mekasnisme kontrol

4. Sesuaikan struktur kelas untuk memperkuat pewarisan

5. rancang pemesanan untuk mengimplementasikan hubungan objek asosiasi

6. Kemas kelas-kelas dan asosiasi ke dalam modul


















KESIMPULAN

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.

Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).

Setelah mengetahui pengertiannya? Dilihat dari pengertian di atas, pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
            b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
            c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
            d. Tidak menggunakan perintah GOTO
            e. Biaya pengujian program relatif rendah
            f. Memiliki dokumentasi yang baik
            g.Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah


Perbedaan
Struktural
Objek oriented
Pengertian
Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program
pemrograman berbasis obyek (OOP) berdasarkan pada konsep object dan interaksinya. Program diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah
Isi
Terdiri dari urutan-urutan
Terdiri dari modul-modul
Model data
Kurang fleksibel
fleksibel
Pembelajaran
mudah dipahami
Lebih mudah dipahami
Tujuan
a. Untuk meningkatkan kualitas, kehandalan dan produktifitas program
b. Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi program
c. Untuk menyederhanakan program
d. Untuk maintenance (pemeliharaan) program
a. Meningkatkan produktifitas pemrogram dengan meningkatkan perluasan dan penggunaan kembali perangkat lunak
b. Untuk lebih memudahkan memahami isi program karena terdiri dari modul-modul terpisah
c. Program menjadi lebih sederhana
d. Memudahkan untuk maintenence
Sifat
a. Focus bagaimana cara computer menangani masalah.


b. Kurang aman



c. code hanya digunakan sekali saja untuk program tersebut


d. jika ada perubahan dalam program maka harus di cek dari awal karena adanya variable local dan variable global
e. sulit mencari kesalahan
a. focus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan computer
b. aman karena setiap data terencapsulasi dari kelas-kelasnya
c. kode bisa digunakan kembali (reuseable) karena disimpan sebagai objek
d. jika program berubah maka hanya mengubah modul-modul yang berhbungan saja


e. relative lebih mudah mencari kesalahan
Contoh
c, pascal, basic
java, C++


OOP adalah paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini, karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman prosedural sudah tidak layak lagi .


OOP diciptakan karena dirasakan masih adanya keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah, semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Dalam OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang dapat disebut sebagai objek. Proses perancangan atau desain dalam suatu pemrograman merupakan proses yang tidak terpisah dari proses yang mendahului, yaitu analisis dan proses yang mengikutinya. Pembahasan mengenai orientasi objek tidak akan terlepas dari konsep objek seperti inheritance atau penurunan, encapsulation atau pembungkusan, dan polymorphism atau kebanyakrupaan. Konsep-konsep ini merupakan fundamental dalam orientasi objek yang perlu sekali dipahami serta digunakan dengan baik, dan menghindari penggunaannya yang tidak tepat.

Keunggulan dan Kelemahan Object Oriented Technology

A. Keunggulan OMT

1. Uniformity

Pengembang cukup menggunakan satu metodelogi dari tahap analisis hingga perancangan. Dengan adanya perkembangan ke arah aplikasi GUI (graphical User interface) ,OMT memungkinkan merancangn user interface secara terintegrasi bersama dengan perancangan perangkat lunak sekaligus dengan perancangan basis data.

2. Understandability

Kode-kode yang dihasilkan dapat diorganisasi ke dalam kelas-kelas yang berhubungan dengan masalah sesungguhnya sehingga lebih mudah dipahami.

3. Stability

Kode program yang dihasilkan relatif stabil sebab mendekati permasalahan sesungguhnya dilapangan.

4. Reusability

   Dimungkinkan penggunaan kembali kode-kode sehingga akan mempercepat waktu pengembangan perangkat lunak.

B.   Kelemahan OMT

Metode berorientasi objek merupakan konsep yang relatif baru sehingga belum ada standar yang diterima semua pihak dalam menentukan tool apa yang digunakan sebagai dasar analisi serat perancangan perangkat lunak.















DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:

Poskan Komentar