Rabu, 18 Januari 2012

AWAL PERJALANAN DARI SMA SAMPAI DENGAN PERGURUAN TINGGI


Nama saya LYLYK SETYAWATI, saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Dahulu saya pernah bersekolah di SMA YAPEMRI DEPOK. Saat masih bersekolah, saya pernah berkeinginan untuk kuliah. Setelah LULUS, kenyataannya saya tidak bisa langsung kuliah, beberapa faktornya ialah masalah keuangan. Karena saat saya LULUS sekolah, pada saat itu juga ayah saya pensiun dari kerja, maklumlah hanya sekedar pekerja swasta saja. Disaat itu, saya berpikir untuk mencari kerja saja. Orang tua pun memberikan saran kepada saya, untuk bekerja dahulu baru bila ada waktu yang memungkinkan dan keuangan cukup, baru saya kuliah. Nasihat orang tua saya yang selalu saya ingat adalah bila pekerjaan sudah didapat akan terasa  jauh lebih enak, karena kuliah itu bisa  kapan saja tidak ada patokan umur, berbeda dengan pekerjaan yang ada patokan umur. Mungkin kuliah hanya sebagai pembantu kita dalam mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih layak dari sebelumnya. Bekerja dan bekerja, itulah yang saya lakukan sebelum kuliah. Setelah merasa keuangan cukup, dan sudah bisa membantu keluarga sedikit demi sedikit, maka saya memutuskan untuk masuk kuliah. Saya mencari-cari universitas yang cocok untuk saya. 



Tidak dipungkiri, saya juga mencari kampus dimana bayarannya terjangkau untuk saya. Namun saya berkeinginan sekali kuliah di Universitas Pancasila, dan ingin mengambil jurusan hukum. Mengapa saya ingin kuliah disana, awalnya karena rasa prihatin saya terhadap dunia hukum saat ini. Banyak sekali orang yang tdak bersalah namun mendapat hukuman yang seharusnya tidak ia terima. Sedangkan orang yang benar-benar bersalah bisa bebas dan tidak mendapatkan hukuman apa pun, dia bisa membeli hukum dengan kekayaan materi yang ia punya. Apakah di negara tercinta kita ini hukum bisa selalu dibeli ? Itulah salah satu faktornya mengapa saya ingin sekali masuk jurusan hukum, saya ingin mengubah paradigma orang yang bisa dengan mudahnya memebeli hukum tanpa ia berani bertanggung jawab atas kesalahannya yang ia perbuat. Namun kenyataannya orang tua saya menyarankan untuk kuliah di Universitas Gunadarma, itulah alasan pertama saya masuk di universitas gunadarma, karena awalnya jujur saja saya belum mengetahui bagus tidaknya Universitas Gunadarma. Setelah saya mencari tahu lewat internet bagaimana tentang Universitas Gunadarma, barulah saya tambah yakin untuk memulai kuliah di sana. Sambil kerja saya kuliah di sana. Suka duka saya setelah menjalani kuliah di sana, awalnya saya sangat sulit membagi waktu saya, maklumlah saya kerja sambil kuliah, mungkin juga saya belum terbiasa menjalani kegiatan seperti ini, pagi saya harus kerja, dan malamnya saya harus kuliah. Waktu tidur saya pun terasa sangat kurang, apalagi saat tugas kuliah sudah menumpuk, seperti tidak ada lagi waktu tidur untuk saya. Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa menjalani rutinitas seperti ini. Saya berharap apa yang saya lakukan ini dengan susah payah membagi waktu sebaik-baiknya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Saya wisuda, LULUS dengan nilai yang memuaskan, dan bisa merubah masa depan saya menjadi yang lebih baik dari sekarang, AMIN.     

0 komentar:

Poskan Komentar