Senin, 16 April 2012

Softskill-Manusia dan Harapan

MANUSIA DAN HARAPAN


Setiap manusia pasti mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.

             Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Harapan itu adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

Jadi, pada dasarnya kalau kalian mempunyai harapan, dan harapan tersebut sangat ingin kalian wujudkan, kalian harus berusaha dan berdo’a. Tanpa usaha dan do’a harapan kalian tidak akan terkabul. Tuhan itu maha adil, dia akan mewujudkan harapan hambanya jika kita mau berusaha dan berdo’a. Jika hanya salah satu saja yang kita jalani, misalnya kita ingin menjadi orang sukses tapi tidak berusaha, dan hanya mengandalkan do’a, tentu harapan itu akan sia-sia saja tidak ada gunanya.

0 komentar:

Poskan Komentar