Kamis, 03 April 2014

Tulisan 3-Server di antara Dekstop


Setelah banyak memrpoduksi casing untuk pengguna desktop, PowerLogic berusaha menawarkan casing kelas server melalui seri Ultima. Untuk informasi, saat ini sudah terdapat tiga tipe Ultima dengan tipe terakhir diberi nama Ultima Tower. Casing ini memberikan daya tarik tersendiri dengan ciri khas PowerLogic, yaitu harganya yang menarik.


Sesuai dengan karakter casing server umumnya, Ultima Tower juga memiliki penampilan yang sangat sederhana tanpa banyak variasi pada casing ini. Hanya saja, panel depan yang diberikan sedikit menyegarkan mata dengan adanya garis-garis horizontal. Untuk menghindari adanya gangguan tangan jahil, casing ini dilengkapi dengan kunci pengaman khusus untuk panel depannya. Namun, CHIP menemukan masalah dengan panel depannya yang tidak terintegrasi secara baik dengan badan casing sehingga panel depannya dapat terlepas dengan sedikit dorangan pada sudut-sudutnya.


Instalasi aman dan nyaman
Di dalam paket penjualannya, CHIP menemukan sebuah toolbox yang berisi baut-baut thumbscrew yang sangat lengkap dan secara khusus disusun secara rapih untuk mendukung instalasi hardware. Ketika melakukan instalasi, CHIP tidak menemukan kesulitan berari karena adanya fitur toolles melaluit baut-baut thumbscrew tadi dan ditambah ukuran interiornya yang sangat luas. Selain itu, finishing dari casing ini sangat baik dengan tidak ditemukannya bagian-bagian tajam yang mengganggu keamanan dan kenyamanan saat installasi.


Di dalam interiornya yang sangat lega, diletakan enam buah 5.25” drive bay, dua buah 3.5” ext drive bay, dan enam buah 3.5” int drive bay. Sayangnya, CHIP tidak menemukan sebuah fan pun didalamnya. Terhitung terdapat dua buah slot fan 120 mm pada bagian depan dan bagian belakangnya. Sebaiknya, anda tambahkan fan pada slot-slot yang ada untuk menghindari terjadinya masalah kerusakan hardware di kemudian hari, apalagi mengingat kerja server umumnya yang sangat berat.


Dua PSU sekaligus
Kabar baik bagi Anda yang menggunakan hardware dalam jumlah yang banyak dan rakus daya, Ultima Tower memberikan sebuah slot tambahan lagi untuk PSU sehingga anda dapat menggunakan dua buah PSU sekaligus. Untuk kemudahan penggunaan dua PSU, PowerLogic menyediakan sebuah kabel khusus untuk menyatukannya.


Kesimpulan
Dengan harganya yang terjangkau, casing ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang menggunakan komputer server maupun workstation berskala kecil. Dukungan dua buah PSU sekaligus menjadi senjata andalan dari casing ini. Casing ini juga menarik untuk menggantikan casing desktop anda.

 
Pendapat
Menurut saya artikel ini banyak memiliki kata asing yang dapat membingungkan pembaca yang masih awam terhadap teknologi hardware komputer. Sehingga masalah ini dapat menghalangi penyampaian informasi yang terkandung dalam artikel tersebut.
Namun dari segi penjelasan informasi tentang produk cukup baik, ini dapat dilihat dari penjelasan yang terperinci mengenai kelebihan dan kelemahan produk tersebut.


Saran
Menurut saya jika terdapat istilah asing, maka penulis harus memberikan penjelasan terhadap kata asing tersebut misalnya dengan memberikan catatan kaki atau penjelasan langsung melalui tanda kurung setelah kata asing itu. Sehingga semua informasi dapat di sampaikan kepada semua pembaca, baik ahli atau yang masih awam terhadap teknologi hardware komputer.


Kata yang tidak tepat dalam penulisan
  • Alinea 1, kalimat ke-2.
Untuk : lebih tepat menggunakan kata “sebagai”.
  • Alinea 2, kalimat ke-1
Diantara kata “casing server umumnya”, sebaiknya ditambahkan kata “pada” seperti ini “casing server pada umumnya”.
  • Alinea 2, kalimat ke-3
Dorangan : seharusnya “dorongan”
  • Alinea 5, kalimat ke-2
Kemudahan : lebih tepat menggunakan kata aktif, yaitu “memudahkan”.
  • Alinea 6, kalimat ke-2
“casing ini juga menarik” : lebih tepat diubah menjadi “casing ini juga dapat menjadi plihan menarik”


Pengertian istilah asing:
  1. Desktop : komputer untuk penggunaan pribadi, yang sering di letakan di atas meja kerja.
  2. Server : komputer yang bertugas melayani komputer lain dalam konsep jaringan client-server.
  3. Horizontal : terletak pada garis atau bidang yang sejajar atau garis datar.
  4. Toolbox : kotak yang berisi perangkat-perangkat (untuk proses instalasi).
  5. Thumbscrew : sejenis baut untuk memudahkan proses instalasi
  6. Tooless : istilah yang digunakan untuk menghilangkan penggunaan alat bantu.
  7. Finishing : penyelesaian atau akhir dari proses.
  8. Interior : ruangan yang berada di dalam.
  9. Drive bay : tempat dudukan untuk drive.
  10. Ext Drive bay : tempat dudukan untuk drive external.
  11. Int Drive bay : tempat dudukan untuk drive internal.
  12. PSU : akronim dari Power Supply Unit yaitu alat yang menjadi sumber daya bagi komputer.
 
Majalah CHIP edisi mei 2007

Tulisan 2-Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional


Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap iklim semakin tinggi maka ketersediaan data iklim baik secara global, regional, maupun lokal sangat diperlukan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi sebagai salah satu institusi di bawah Departemen Pertanian memiliki mandat untuk mengembangkan database sumber daya iklim untuk kebutuhan pertanian nasional.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan database iklim ini terutama berkaitan dengan format dan struktur data yang belum standar. Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses.

Permasalahan tersebut di atas menjadi masukan utama di dalam penelitian Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional. Sistem tersebut menggabungkan data tabular (data iklim, infomasi stasiun iklim) dan spasial (peta administrasi) dengan menggunakan teknologi pemrograman yang dapat mendisain sistem database menurut kebutuhan pengguna misalnya: (a) menampilkan data dan informasi iklim secara cepat berdasarkan pilihan jenis parameter, periode waktu, dan lokasi stasiun yang diinginkan, (b) menampilkan distribusi stasiun pengamat iklim/curah hujan, (c) mengolah data iklim ke beberapa satuan waktu seperti data dasarian, bulanan, dan tahunan, dan (d) menampilkan hasil olahan tersebut dalam beberapa kemasan baik secara display di monitor komputer secara tabular ataupun histogram, printout, dan file.

Proses penyusunan sistem database iklim nasional meliputi dua tahapan utama yaitu: Pengembangan prototipe sistem database iklim nasional, dan Pengembangan database iklim Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan
penyiapan data (spasial, tabular) yang diperoleh dari Puslitbangtanak maupun dari instansi terkait seperti BMG dan Bakosurtanal.

Parameter iklim adalah parameter yang menggambarkan kondisi iklim, seperti curah hujan, temperatur, kelembaban, kecepatan angin, evapotranspirasi, dan radiasi matahari. Kegiatan diawali dengan inventarisasi data seperti:
  1. Peta digital seluruh Indonesia lengkap dengan batas administrasi sampai level kecamatan. Peta digital ini dalam format LL (Latitude Longitude) dan untuk keperluan pengembangan sistem database sedang ditransfer ke format UTM.
  2. Data iklim/curah hujan manual yang berasal dari instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Dinas Pertanian, Kimpraswil, Badan Litbang Pertanian, dan lain sebagainya.
  3. Data iklim/curah hujan digital yang berasal dari stasiun otomatis milik Puslitbangtanak terdiri atas 75 stasiun iklim dan 4 stasiun hujan.
Pengembangan sistem database dan informasi sumberdaya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular. Semua data itu diklasifikasikan berdasarkan karakteristik objek atau berdasarkan bentuk penyajian, yaitu: (1) file poligon/satuan lahan (batas adminsitrasi), (2) file garis (sungai dan jalan), (3) file titik (lokasi staisun iklim), dan (4) file gambar ( legenda dan keterangan lainnya).

Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan. Setiap layer memiliki informasi yang terintegrasi dengan data tabular yang berupa angka (numeric data) seperti data iklim, nama provinsi dan lokasi stasiun.

Selanjutnya data yang sudah diklasifikasikan diproses dan ditampilkan dalam beberapa kemasan (display, printout, dan file textual). Struktur data yang dihasilkan dari bagian ini menjadi dasar dalam pengembangan analisis data iklim untuk menghasilkan informasi sumberdaya iklim yang lebih akurat, reliability, dan cepat.

Kesalahan pada salah satu bagian akan mengakibatkan kesalahan pada keluaran informasi yang diperlukan. Oleh karena itu sistem database ini harus baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, agar Balitklimat sebagai satu-satunya institusi di Lingkup Badan Litbang Pertanian yang bertanggung jawab dengan database iklim pertanian mampu memberikan informasi iklim yang bukan saja dapat dipercaya kebenarannya tetapi juga mampu memberikan informasi secara rutin, terbaru dan kontinu. Untuk mengetahui informasi jumlah stasiun dibuat menu khusus seperti Gambar.

Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk analisis agroklimat dan hidrologi dengan menggunakan input dari sistem database:
  1. Estimasi evapotranspirasi.
  2. Perhitungan neraca air secara spasial berbagai jenis komoditas pertanian.
  3. Trend perubahan iklim antar tempat dan waktu.
Prediksi curah hujan dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti Kalman Filter dan Box Jenkins. Zonasi parameter iklim. Link sumberdaya iklim dengan sumberdaya tanah ataupun informasi pertanian lainnya. serta analisis lain yang berkaitan dengan informasi sumberdaya iklim. Kehandalan sistem database sumberdaya iklim sangat tergantung pada aspek: ketersediaan data iklim maupun data spasial penunjang, sumberdaya manusia, dan perangkat lunak dan keras. Oleh karena itu disarankan pengembangan ketiga aspek ini harus mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu dan pengetahuan. Serta kebutuhan Balaitklimat di masa datang.

Kesimpulan :
Pemilihan diksi dari artikel ini sudah cukup tepat,  misal :
Pengembangan sistem database dan informasi sumber daya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular.

Dari kalimat diatas dijelaskan bahwa sebuah pengembangan sistem database dengan prinsip perpaduan antara jenis data spasial dan tabular. Dengan membaca sekali, pembaca dapat mengerti dengan jelas isi dari setiap kalimat.

Selain itu penggunaan kalimat asing juga sudah benar dengan menuliskan secara miring “Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses”.

Namun ada beberapa yang masih kurang tepat dalam penulisannya, seperti penggunaan kata layer yang tidak ditulis miring. “Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan”.

Dalam artikel ini terdapat banyak istilah-istilah asing yang mungkin belum terlalu dipahami pembaca, seperti: agroklimat, evapotranspirasi dan lain-lain.

Kelebihan :
Isi artikel diatas sangat penuh informasi tentang sistem informasi dibidang balai klimat dan hidrologi. Ide cerita juga sangat baik karena mengenalkan kita tentang balai klimat dan hidrologi. Rata-rata susunan kalimatnya cukup tepat. Terdapat banyak istilah asing yang dapat memperkaya pemahaman tata bahasa Indonesia bagi para pembaca.

Kekurangan :
Belum ada daftar pustaka tentang pembuatan artikel yang dapat dijadikan referensi lebih lanjut.

Tulisan 1-Sosialisasi Open Source di Lingkungan Universitas


Sun Mycrosystem belum lama ini merangkul dunia pendidikan di Indonesia untuk ikut dalam program Sun Campuss Ambassadorr. Program yang diperkenalkan pada tanggal 26 April 2007  lalu ini, memiliki tujuan untuk menyosialisasikan berbagai platform teknologi Sun (khususnya OpenSolaris dan Java) kepada para sesama rekan mahasiswa, pengajar, dan peneliti di lingkungan perguruan tinggi. Nantinya, diharapkan platform tersebut bisa menjadi platform pilihan di kalangan para pengembang akademisi muda.


Sun Campuss Ambassador ini merupakan bagian dari program Sun Educational Global yang selama ini selalu berfokus untuk memfasilitasi pengembangan-pengembangan terkenal di kalangan akademisi. “Sun Campuss Ambassador merupakan komponen utama dalam Sun Academic Initiative (SAI) dan dirancang untuk mengembangkan penggunaan teknologi tersebut di kalangan mahasiswa,”  ujar Harry Kaligis, Bussiness Development and Marketing General Manager PT Sun Microsystem Indonesia.


Sampai saat ini, program Sun Campuss Ambassador telah menjaring 300 mahasiswa di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Kartika Anindya Putri, mahasiswi jurusan Ilmu Komputer, Universitas Indonesia terpilih sebagai Sun Campuss Ambassadir Indonesia 2007. Nantinya, Kartika bersama pakar teknologi open source Sun Microsystem Indonesia akan memberikan berbagai pelatihan kepada komunitas pengembang teknologi Sun. Terpilihnya Kartika ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Dr. Zainal Hasibuan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu Komputer, Univeritas Indonesia mengatakan, “Kami bangga mahasiswi kami terpilih menjadi Sun Campuss Ambassador Indonesia 2007. Program ini dapat membuka kesempatan kepada para mahasiswa, pengajar, dan peneliti untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan teknologi open source.”


Istilah penting :
  • Platform (bahasa Inggris: cross-platform) adalah istilah dalam teknologi informasi mengenai sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan di beberapa sistem operasi yang berbeda (Microsoft Windows, Linux, Mac OS, BSD dan lain sebagainya).
  • Open Source (bahasa Indonesia: Sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet).
  • Sun Microsystems, Inc. adalah sebuah perusahaan yang menjual komputer, komponen komputer, perangkat lunak, dan pelayanan teknologi informasi yang bermarkas di Santa Clara, California.
  • Java dan OpenSolaris adalah software opensource yang diciptakan oleh Sun Microsystem, Inc.
Analisis :
  • Setiap dialog baru, harus dibuat alinea/paragraph baru walau cuma satu kata/kalimat.
  • Menyosialisasikan seharusnya mensosialisasikan
  • terdapat kesalahan penulisan kata pada “Sun Campuss Ambassadir” seharusnya “Sun Campuss Ambassador”.
  • Menurut saya pilihan kata dan susunan kalimat-kalimat yang digunakan dalam artikel ini baik dan mudah dimengerti,  peristilahan dalam bahasa inggris yang digunakan-pun wajar dan umum digunakan dalam bidang teknologi informasi.
Sumber : Majalah CHIP, halaman 34, Mei 2007.