Minggu, 18 November 2012

Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi


Ciri -ciri, Unsur, dan Teori Organisasi

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih lanjut tentang apa sebenarnya mengenai Organisasi dalam mata kuliah Teori Organisasi Umum. Didalam Tulisan ini saya akan memaparkan apa apa saja yang terkandung didalamnya seperti ciri – ciri , unsur serta teori yang bersangkutan dengan organisai.
Dalam suatu kelompok atau himpunan dibutuhkan suatu organisasi dan metode yang mendukung dalam me-manage segala kebutuhan yang diperlukan. Ada banyak ciri, unsur, teori dan macam-macam jenis organisasi berdasarkan tujuannya. Ketika suatu kelompok siap untuk menjalankan suatu organisasi maka artinya semua anggota yang ada siap pula untuk bekerjasama demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Segala sesuatunya harus dijalankan dengan baik, transparan, balance dan tanggung jawab.
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
* Ciri – ciri Organisasi
Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki, karena dalam kehidupan, kita tidak lepas dari organisasi. Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintahan.
Adapun ciri-ciri organisasi:
- Mempunyai tujuan & sasaran
- Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya kerja sama dari sekelompok orang
- Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang
- Terdiri daripada dua orang atau lebih
- Ada kerjasama
- Ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
- Ada tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan organisasi ialah terselenggaranya suatu bentuk kerjasama itu dengan sebaik-baiknya sehingga bersama dapat tercapai secara efisien dan efektif. Ciri-ciri organisasi modern antara lain :
  1. Organisasi bertambah besar
  2. Semakin cepat pengolahan data sebagai akibat teknologi modern, misalnya dengan komputerisasi
  3. Beberapa ciri lainnya :
    • Penggunaan staff yang intensif
    • Semakin meningkatnya kesadaran para anggota dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing
    • Adanya kecenderungan masing-masing anggota organisasi untuk melakukan spesialisasi
    • Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi yang harus dipegang di dalam pengembangan organisasi
    • Mempunyai unsure-unsur organisasi yang lebih lengkap
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

* Unsur – unsur organisasi:
1.      Manusia(Man)
2.      Kerjasama
3.      Tujuan Bersama
4.      Peralatan (Equipment)
5.      Lingkungan
6.      Kekayaan alam
7.      Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi
·         Pembagian tugas.
·         Pendelegasian wewenang.
·         Disiplin.
·         Kesatuan perintah.
·         Kesatuan arah.
·         Rentang pengawasan.
·         Koordinasi.
·         Jenjang organisasi.
·         Sentralisasi.
·         Inisiatif.
Penjelasan Unsur-unsur organisasi:
1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.
2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.
3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.
4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya.
 b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi.
c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.
6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
1.      Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
2.      Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
3.      Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
4.      Ada tujuan tertentu
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
1.      Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
2.      Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
3.      Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
4.      Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
a)      Goals oriented (berorientasi tujuan)
b)      Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
c)      Structured activities
d)     Technological system
Organisasi juga mempunyai unsur-unsur tertentu, di antaranya :
• Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
• Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
• Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
• Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik.
* Teori Organisasi
Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkup kerja mereka.
Teori organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Masalah adalah segala sesuatu yang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.
Ada banyak masalah yang dihadapi organisasi (kompleks) dan memerlukan pemecahan tersendiri sehingga muncul berbagai kajian untuk lebih memahami efektivitas organisasi Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat.
Dibawah ini saya akan mecoba memberikan contoh- contoh teori organisasi yang telah berkembang hingga saat ini
1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
a.       Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
b.      Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :
1.         Pembagian kerja (division of work)
2.         Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
3.         Disiplin (discipline)
4.         Kesatuan perintah (unity of command)
5.         Kesatuan pengarahan (unity of direction)
 6.        Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
7.         Balas jasa (remuneration of personnel)
8.         Sentralisasi (centralization)
9.         Rantai scalar (scalar chain)
10.       Aturan (oreder)
11.       Keadilan (equity)
12.       Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
13.       Inisiatif (initiative)
14.       Semangat korps (spirit de corps)
Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu :
1.      Teori manajemen ilmiah
2.      Teori organisasi klasik
3.      Teori organisasi hubungan antar manusia
4.      Teori behavioral science
5.      Teori aliran kuantitatif
berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi :
1. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik
Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :
1.    Pentingnya peran seorang manajer
2.    Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja
3.    Tanggung jawab kesejahteraan seorang  karyawan
4.    Iklim yang cenderung kondusif
Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.
1.1. Robert Owen (1771 – 1858)
Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.
1.2. Charles Babbage (1792 – 1871)
Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.
1.3. Frederick W. Taylor :
Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.
1.4. Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :
Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :
1.    Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.
2.    Mengenal metode seleksi yang tepat.
3.    Sistem bonus dan instruksi.
Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja.
1.5. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) :
Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.
1.6. Herrrington Emerson (1853 – 1931) :
Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :
1.    Tujuan jelas
2.    Kegiatan logis
3.    Staf memadai
4.    Disiplin kerja
5.    Balas jasa yang adil
6.    Laporan terpecaya
7.    Urutan instruksi
8.    Standar kegiatan
9.    Kondisi standar
10. Operasi standar
11. Instruksi standar
12. Balas jasa insentif
2. Teori Organisasi Klasik
2.1. Fayol (1841 – 1925) :
Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
1.    Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
2.    Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
3.    Financial ; kegiatan pembelanjaan.
4.    Security ; kegiatan menjaga keamanan.
5.    Accountancy ; kegiatan akuntansi
6.    Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :
–      Planning ; kegiatan perencanaan
–      Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
–      Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
–      Commanding ; kegiatan pengarahann
–      Controlling ;  kegiatan penngawasaan
Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :
–      Pembagian kerja
–      Asas wewenang dan tanggungjawab<>
–      Disiplin
–      Kesatuan perintah
–      Kesatuan arah
–      Asas kepentingan umum
–      Pemberian janji yang wajar
–      Pemusatan wewenang
–      Rantai berkala
–      Asas keteraturan
–      Asas keadilan
–      Kestabilan masa jabatan
–      Inisiatif
–      Asas kesatuan
2.2.  James D. Mooney :
Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah :
a.       Koordinasi
b.      Prinsip skala
c.       Prinsip fungsional
d.      Prinsip staf
3. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)
Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistemsosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.
4.    Teori Behavioral Science :
4.1. Abraham maslow
Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
4.2. Douglas Mc Gregor
Dengan teori X dan teori Y.
4.3. Frederich Herzberg
Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
4.4. Robert Blake dan Jane Mouton
Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.
4.5. Rensis Likert
Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem
manajemen.
4.6. Fred Fiedler
Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
4.7. Chris Argyris
Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
4.8. Edgar Schein
Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.
5. Teori Aliran Kuantitatif
Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat
dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkahsebagai berikut :
a)       Merumuskan masalah
b)       Menyusun model aritmatik
c)       Mendapatkan penyelesaikan dari model
d)       Mengkaji model dan hasil model
e)       Menetapkan pengawasan atas hasil
f)        Mengadkan implementasi
Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.
Namun ada juga unsur untuk struktur organisasi yang dibagi dalam unsur-unsurnya, yaitu:
·     Spesialisasi kegiatan-kegiatan (baik tugas individu maupun kelompok)
·    Standarisasi kegiatan-kegiatan (tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja yang digunakan dalam organisasi).
·     Koordinasi kegiatan-kegiatan (pengintegrasian dan penyelarasan fungsi dan unit-unit yg saling berkaitan dan ketergantungan).
·    Sentralisasi dan desentralisasi (letak pengambilan keputusan).

Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses universal yaitu :
a.  Komunikasi
b.  Konsep keseimbangan
c.   Proses pengambilan keputusan

Perbedaan Teori Modern dan Teori klasik :
a. Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, sedangkan Teori Modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
b. Tori klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertical, sedangkan Teori Modern lebih dinamis dari pada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variable yang dipertimbangkan.

  Macam-macam Organisasi dari Segi Tujuannya
1.  Organisasi Niaga 
  Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Macam-macam organisasi
  niaga
a.  Perseroan Terbatas (PT) : suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu :
·     PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar   modal (go public) dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
·   PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum.
·   PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan  apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.
b.  Persekutuan Komanditer (CV) : Commanditaire Vennootscap adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu :
·  CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
·       CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkantambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
·      CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan.
c.   Joint Ventura : Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.
d.  FIRMA (FA) : persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama, dalam mana tanggung jawab masing-masing anggota firma (disebut firmant) tidak terbatas sedangkan laba yang akan diperoleh dari usaha tersebut akan dibagi bersama-sama. Demikian pula halnya jika menderita rugi, semuanya ikut menanggung (Basu Swastha, 1988:55).

2.  Organisasi Sosial
Suatu organisasi yang mengutamakan kepentingan dalam bersosial, seperti partai, atau pun perkumpulan pemuda. Perusahaan ini memiliki bentuk CV aktif yang merupakan penanam saham ikut serta dalam kegiatan perusahaan ini serta menawarkan untuk join atau bergabung bagi yang ingin menanamkan modalnya ke perusahaan ini dan ikut serta dalam perusahaan ini. Perusahaan ini bertujuan untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.
a. Organisasi Normatif : pihak elit menjalankan organisasi dan bentuk partisipasi anggota adalah dengan komitmen moral.
b.  Organisasi Utilitarian : pihak elit mengawasi anggota dan betuk partisipasi berdasarkan komitmen perhitungan (untung rugi).
c. Organisasi Koersi : pihak elit menggunakan kekuasaan (paksaan, ancaman, dan intimidasi) dalam mengawasi anggotanya.

3.  Organisasi Regional dan Internasional
a.  ORGANISASI REGIONAL : organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
·     ASEAN (Association of Southeast Asia Nations) organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
b.  ORGANISASI INTERNASIONAL : suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dalam tata hubungan internasional
·    PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau (United Nations atau UN). Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945.
·  Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN).
Kesimpulan :                                                    
Berdasarkan tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi sangat membutuhkan kerjasama, komunikasi yang transparan dan lain sebagainya dalam mendukung suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Banyaknya macam organisasi yang memiliki kriteria berbeda namun pada intinya mereka sama-sama menginginkan tujuannya dapat tercapai secara optimal. Manusia yang sangat produktif dan kritis yang mampu menjalankan suatu organisasi secara sehat. Dalam arti produktif dan kritis adalah mereka mampu me-manage baik waktu, tenaga dan yang lainnya dari urusan private dengan urusan kelompok.
Sehingga pola pikirnya dapat terkonsen dengan suatu konsep yang akan dilakukan. Sedangkan kritis yang dimaksud adalah mampu membedakan untuk mempermudah saat mengambil keputusan. Mana yang akan memberikan keuntungan atau kerugian dalam organisasinya, artinya bukan hanya organisasi yang berjenis ekonomi saja tetapi baik untuk jenis organisasi lainnya.
Sumber :
wikipedia.com
http://windsaga.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-manajemen-organisasi.html
http://evulee.wordpress.com/2010/10/12/teori-organisasi/

0 komentar:

Poskan Komentar