Kamis, 24 November 2011

ISD FOTO SPECIAL 1


 "GEMPA BUMI YOGYAKARTA"


Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan bencana alam lainya memang merupakan kesedihan tersendiri untuk yang mengalaminya. Namun bukan berarti yang tidak mengalaminya sama sekali tidak merasa sedih. Kita hidup di negara dan bangsa ini untuk dapat saling melengkapi dan menolong satu sama lain, tanpa terkecuali. Tanpa memandang suku, agama, bahkan tahta sekalipun. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Pulau-pulau besar yang terbentang dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan pulau-pulau yang lebih kecil lainnya menyediakan tanah untuk hidup manusia, berbagai hewan dan tumbuhan. Posisi geografi Indonesia pada koordinat 6 derajat Lintang Utara – 11.5 derajat Lintang Selatan serta 91.8750 derajat – 144.3750 derajat Bujur Timur (PP 38 Th 2002).

Perairan laut yang luas membentang, menghubungkan pulau-pulau tersebut. Berbagai perairan dangkal dan dalam menyediakan sumber kekayaan alam yang luar biasa bagi hidup manusia.

Panjang pantai 81.000 km atau 14% garis pantai seluruh dunia, di mana 2/3 wilayah Indonesia berupa perairan laut. Jumlah pulau adalah 18.108 di mana hanya 6.000 pulau berpenduduk.  Luas laut kedaulatan 3.1 juta km2. Luas laut ZEE 2.7 jt km2.  Zona pesisir dapat menopang kehidupan 60% penduduk Indonesia.

Kekayaan alam yang terkandung antara lain :

    350 fauna, 28.000 flora,  dan 110.000 mikroba
    600 terumbu karang dan 40 genera

Termasuk ikan, udang, moluska, kerang mutiara, kepiting, rumput laut, mangrove/hutan bakau, hewan karang dan biota laut lainnya.

Karena terletak di wilayah yang sangat rawan gempa, tidak mengherankan kalau Indonesia gempanya masuk ke dalam tingkat dunia, dan dijadikan ‘laboratorium bencana’ oleh ilmuwan-ilmuwan Internasional.

Doktor Abdul Haris, pakar gempa dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa penyebab di Indonesia sering terjadi gempa adalah pulau-pulau di wilayah Indonesia masuk ke dalam areal Ring of Fire, yaitu kepulauan yang di wilayahnya terdiri dari banyak gunung berapi, baik yang di darat maupun yang di laut.

“Wilayah Ring of Fire di Indonesia meliputi pulau Sumatera, Jawa, sampai ke Papua,” tutur Abdul Haris, di kampus UI.

Dijelaskan oleh Abdul Haris bahwa bencana alam itu pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu Artifisial (yang disebabkan oleh manusia) dan bencana yang murni merupakan fenomena alam. Bencana yang sering terjadi dewasa ini kebanyakan berasal dari kedua jenis bencana tersebut.

Ketika ditanya mengapa di Indonesia, pulau Sumatera paling sering terkena bencana gempa, Abdul Haris menjawab

“Indonesia adalah lokasi Ring of Fire, terutama Pula Sumatera yang lautnya paling banyak dikelilingi oleh gunung berapi, sehingga sering menyebabkan gempa dan tsunami,” Tercatat gempa besar terjadi di Sumatera pada tahun 1815.

Banyak juga yang menyebutkan kalau banyak bencana gempa di Indonesia pada era 2000-an ini adalah bagian siklus gempa 200 tahun sekali. Sayangnya, teknologi untuk mendeteksi gempa sampai saat ini belum ada.

“Memang, sampai saat ini belum ada teknologi untuk mendeteksi gempa secara pasti. Para ilmuwan sampai saat ini berdasarkan dari data-data penelitian, hanya bisa memperkirakan, tapi belum bisa memberitahu kapan waktu persisnya,” ujar Abdul Haris.

Abdul Haris menambahkan bahwa pemerintah juga sudah melakukan beberapa langkah antisipatif, contohnya dengan memasang detektor gempa pada gunung berapi yang sedang aktif.

Karena, lepas 2010, Indonesia bukan berarti akan bebas gempa. 2011 masih rawan, karena dikatakan Indonesia masih dalam siklus gempa 200 tahun sekali, yang mana periode bakal berakhir sampai tahun 2014.

Abdul Haris menyebutkan kalau langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menanggapi bencana gempa masih berkisar di Tanggap Bencana (post-event).

“Untuk bencana gempa, penanggulangannya terbagi tiga, yaitu Pre, Event, dan Post-event. Tapi saya berusaha merespon secara postif tindakan-tindakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah,contohnya saja pemerintah kini sudah membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)” kata Abdul Haris.

Dijelaskan pula oleh Doktor Abdul Haris bahwa ahli-ahli geofisika di Indonesia juga rutin melakukan pertemuan untuk membahas data-data pengamatan gempa untuk nantinya disosialisasikan kepada pemda-pemda.

“Kami juga rutin mendapat data kiriman dari BMKG mengenai gempa-gempa di Indonesia,” kata Abdul Haris.

Sudah sepatutnya Indonesia bertindak lebih jauh dalam menanggapi bencana gempa, karena wilayahnya termasuk sangat rawan bencana gempa.



Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter.


Lokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terjadi di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km.itu di release sesaat terjadi gempa. Setelah data dari berbagai Stasiun yang dipunyai jejaring BMG dan dilakukan perhitungan, update terakhir BMG menentukan pusat gempa berada di 8.03 LS dan 110,32 BT(update ke tiga) pada kedalaman 11,3 Km dan kekuatan 5.9 SR Mb (Magnitude Body) atau setara 6.3 SR Mw (Magnitude Moment).USGS memberikan koordinat 7,977° LS dan 110,318 BT pada kedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yang digunakan berbeda-beda.

Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.



70% rumah di kecamatan Jetis rata dengan tanah.
Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan 11:22 WIB. Gempa bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoran yang rubuh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi. Bahkan 7 hari sesudah gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik. Gempa bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi, kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udara dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.


Seorang lelaki di antara puing-puing rumahnya

Gedung-gedung yang rusak parah

  • Mall Saphir Square mengalami kerusakan parah di lantai 4 dan 5. Tembok depan Mall lantai tersebut roboh hingga berlubang, kanopi teras Mall ambruk dan menimpa teras Mall yang sebagian ikut roboh.
  • Mall Ambarukmo Plaza, yang saat itu belum lama dibuka, mengalami kerusakan tak terlalu parah. Beberapa bagian tembok terlihat retak-retak dan terkelupas.
  • GOR Universitas Ahmad Dahlan mengalami kerusakan parah. Atap GOR roboh dan hanya tersisa tembok di sisi-sisinya.
  • STIE Kerja Sama di Jl. Parangtritis rusak sangat parah.
  • ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km.6,5 kerusakan sangat parah.

Situs kuno dan lokasi wisata yang rusak


Makam Raja-Raja Jawa di Imogiri, Bantul rusak.
  • Candi Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah dan ditutup sementara untuk diteliti lagi tingkat kerusakannya. Kerusakan yang dialami candi prambanan kebanyakan adalah runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapa batuan yang menyusun candi
  • Makam Imogiri juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa kuburan di Imogiri amblas, lantai-lantai retak dan amblas, sebagian tembok dan bangunan makam yang runtuh, juga hiasan-hiasan seperti keramik yang pecah.
  • Salah satu bangsal di Kraton Yogyakarta, yaitu bangsal Trajumas yang menjadi simbol keadilan ambruk.
  • Candi Borobudur yang terletak tak jauh dari lokasi gempa tak mengalami kerusakan berarti
  • Obyek Wisata Kasongan mengalami kerusakan parah saperti Gapura Kasongan yang patah di kiri dan kanan gapura dan ruko-ruko kerajinan keramik yang sebagian besar rusak berat bahkan roboh.

Letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik serta berada di posisi Ring of fire menjadikan Indonesia kerap kali diterpa bencana gempa bumi dan letusan gunung berapi. Sebelumnya gempa terjadi di Sumatra pada 28 Maret 2005 menewaskan 361 orang serta gempa bumi dan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 yang menewaskan 129.498 orang dan 37.606 lainnya hilang.

Meskipun pada saat bersamaan Gunung Merapi yang juga berada di sekitar daerah tersebut sedang meletus, namun para pakar menyatakan kedua peristiwa ini tidak saling berhubungan sebagai sebuah sebab-akibat. Peningkatan aktivitas di gunung api tersebut tidak berhubungan dengan kejadian gempa. Hal ini ditunjukkan oleh tidak terdapatnya anomali aktivitas yang mencolok sesaat setelah gempa.




Gempa Jogja. Gempa kembali melanda Yogyakarta, dengan kekuatan 5 SR pada sekitar pukul 18.41 Sabtu malam (21/8). Sontak ini menjadi trending di tweeter. Bahkan ada dua topic mengenai gempa Yogyakarta yang jadi trending atau tema  yang paling dibahas jutaan pekicau di seluruh dunia. Pertama tentang bertajuk "info gempa" dan satu lagi "Jogja gempa".
Isi 'kicauan' para tweeps sangat beragam. Ada yang menginformasikan, meminta informasi, menanyakan kabar sanak keluarganya hingga berdoa semoga tidak ada korban jiwa yang jatuh.
Pertanyaan cukup unik dan menggelitik disampaikan oleh @brippi. "Candinya masih utuh gak ya?" tulisnya.
Seperti diketahui 18.41 WIB, berdasarkan catatan BMKG, gempa 5 SR dirasakan warga Yogyakarta. Gempa menyebabkan warga panik, namun belum ilaporkan ada kerusakan atau korban jiwa.

Gempa Jogja 21 Desember 2010 Berita terkini Gempa Jogjakarta hari ini jogja kembali terguncang gempa dengan kekuatan 5.8 SR, dimana gempa yogjakarta hari ini 21 desember 2010 tersebut terasa sampai daerah pacitan jawa timur, Warga yang berada di dalam rumah, gedung perkantoran, dan sekolah pun panik hingga berlarian ke luar ruangan

"Getaran terasa sekitar 5 detik," kata warga Pacitan, Andri yang memberikan informasi melalui fasilitas Info Anda detikcom, Selasa (21/12/2010).

Gempa terjadi sekitar pukul 10.59 WIB. Andri yang bekerja sebagai sopir bus Aneka Jaya dan tengah menunggu penumpang di Terminal Pacitan ini, melihat warga di sekitar terminal panik dan berlari ke luar ruangan.

"Yang di Puskesmas, di sekolah keluar, panik takut ada apa-apa," imbuh Andri.

Namun dia menegaskan, tidak ada kerusakan bangunan atau warga yang terluka akibat gempa ini. "Saat ini warga masih di luar, khawatir ada gempa susulan, tapi semua baik-baik saja," tutup Andri yang dihubungi pukul 11.15 WIB.

Diketahui Situs BMKG mencatat, pusat gempa berada di 140 Km tenggara Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Gempa terjadi pada pukul 10.59 WIB, Selasa (21/12/2010) dengan kedalaman 16 km.

Sampai sekarang ini belum di ketahui pusat gempa joga hari ini, dan kita terus menunggu foto dan video gempa jogja 21 desember 2010 ini, karena terjadinya gempa berkekuatan 5.8 SR ini begitu cepat mengguncang kota pelajar tersebut, demikian berita terkini seputar gempa Jogjakarta hari ini

0 komentar:

Poskan Komentar