Rabu, 23 November 2011

ISD SOSIOLOGI


MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG SOSIOLOGI

Tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar (Soft Skill)


Disusun oleh :
LYLYK SETYAWATI (14111186)
1KA27





JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA 2011



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta  karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Ilmu Sosial Dasar dalam Bidang Sosiologi”.

            Penulisan makalah ini yang berjudul “Ilmu Sosial Dasar dalam Bidang Sosiologi ” bertujuan untuk melaksanakan tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar(ISD). Selain itu, tujuan lain dari penulis adalah hanya untuk berbagi ilmu tentang Ilmu Sosial Dasar dalam Bidang Sosiologi.

           Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini .
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin..




BAB I
PENDAHULUAN
Manusia adalah sosok makhluk ciptaan tuhan yang hakikatnya diciptakan tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan manusia yang lain untuk bisa hidup, bahkan untuk urusan yang sekecil apapun, oleh karena itu manusia disebut juga sebagai makhluk sosial.
Seorang manusia perlu melakukan sosialisasi yang baik dan benar terhadap lingkungannya, agar masyarakat dalam lingkungan tersebut dapat lebih mudah untuk menerima atas kehadirannya dengan baik.
Sosialisasi merupakan suatu proses pendekatan dan penyesuaian diri terhadap sekelompok masyarakat dalam suatu wilayah / lingkungan. Ilmu yang mempelajari mengenai sosialisasi adalah ilmu sosiologi, ruang lingkup sosiologi lebuh fokus mempelajari mengenai masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia.
Ilmu sosiologi termasuk sebagai salah satu ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan ISD ( Ilmu Sosial Dasar). Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas dan menguraikan tentang ilmu sosial dasar dalam sosiologi.
1.1 Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini banyak orang tak mengerti tentang ilmu-ilmu sosiologi, Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Unkapan ini dipublikasikan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

Dalam konteks ini, tolok-ukur suatu masalah layak disebut sebagai masalah sosial atau tidak, akan sangat ditentukan oleh nilai -nilai dan/atau norma-noma sosial yang berlaku dalam komunitas itu sendiri. Oleh karena itu, pernyataan sesuai atau tidaknya suatu masalah itu dengan nilai-nilai dan/atau norma-norma sosial harus dikemukakan ol eh sebagian besar (mayoritas) dari. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.Kelompok tersebut mencakup keluargasuku bangsanegara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Lalu ada juga ISD (ilmu sosial dasar). ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah sosial yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kepada mahasiswa, yang diharapkan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu sosial dasar tidak ada perbedaan yang prinsipiil.

1.2 Tujuan Penulisan

Dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan yang minim tentang ilmu sosiologi, dengan ini saya menulis sebuah makalah dengan bertujuan agar para pembaca bisa mengetahui apa itu sosiologi dan bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari. Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk membuat pembaca mengerti pentingnya ISD dalam bidang sosiologi dikehidupan kita sehari-hari. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita sosiologi sangatlah penting dan sangat sering digunakan.


1.3 Metode Penulisan

Metode penulisan yang saya gunakan dalam makalah ini yaitu metode pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi melalui internet dan pengumpulan dan pengeditan informasi dari berbagai sumber.

1.4 Rumusan Masalah

    1. Apa Pengertian ISD (ilmu sosial dasar)

    2. Apa Tujuan Ilmu Sosial Dasar (ISD)

    3. Dimana Saja Ruang Lingkup ISD

    4. Sejarah Istilah Sosiologi

    5. Apa Pengertian Sosiologi

    6. Apa Saja Kegunaan Sosiologi

    7. Apa Saja Objek sosiologi

    8. Dimana Saja Ruang Lingkup Sosiologi

    9. Apa Saja Ciri-Ciri Sosiologi

   10. Tujuan Sosiologi Pendidikan





BAB II
PEMBAHASAN
                                    

2.1 Apa Pengertian ISD (ilmu sosial dasar)
Ilmu Sosial Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian – pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu – ilmu sosial lainnya, seperti psikologi , antropologi, dll.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan perpaduan dari ilmu – ilmu sosial lainnya, karena masing – masing ilmu sosial memiliki disiplin dan objek – objek metode ilmiah yang berbeda – beda.
Ilmu Sosial Dasar bukan juga merupakan disiplin ilmu tersindiri, karena ilmu sosial dasar tidak mempunyai objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu sosial lainnya. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan / pengajaran.

2.2 Apa Tujuan Ilmu Sosial Dasar (ISD)

  a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan
      pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran
      mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan
       dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan
      lingkungan social dapat dipertajam.
  b. Tujuan khusus:
       1). Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah-maslah social yang
            ada dalam masyarakat.
       2). Peka terhadap masalah-maslah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha
            menanggulanginya.
       3). Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks
           dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
       4). Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi
           dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah social yang timbul dalam masyarakat.

2.3 Dimana Saja Ruang Lingkup ISD
Pembahasan mengenai Ilmu sosial dasar berada dalam beberapa ruang lingkup, diantaranya :
1.Mengenai fakta permasalahan yang terdapat dalam masyarakat
2.Konsep dasar dari konsep – konsep sosial diperlukan untuk mempelajari setiap permasalahan sosial yang terdapat dalam masyarakat yang dibahas dalam Ilmu pengetahuan sosial.
3. Perbedaan masalah – masalah sosial yang terjadi di masyarakat

Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 Pokok Bahasan, dari kedelapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi
4. Masalah hubungan warga Negara dan Negara
5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan Integrasi
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
            Adapun ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar adalah:
a. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya

b. Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social.
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan social. Bertolak dari kedia konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat:
1).Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku
baik secara individual maupu kelompok.
2). Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.

c. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan.

2.4 Sejarah Istilah Sosiologi
  • 1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
  • Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
  • 1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
  • Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
  • Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
  • Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology.

2.5 Apa Pengertian Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logosberarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Kelompok tersebut mencakup keluargasuku bangsanegara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Sosiologi merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial yang fokus dalam membahas mengenai hubungan sosial antar manusia, baik individu yang melakukan suatu sosialisasi terhadapat suatu kelompok, ataupun kelompok terhadap individu. Dalam proses sosialisasi tersebut, pasti terdapat Interaksi sosial yang muncul. Menurut Herbert Blumer, Interaksi Sosial adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari Interaksi antara seseorang dengan sesamanya.
Sosiologi memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi :
1.Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealmaan ataupun humanoria
2.Bersifat empirik – kategorik, bukan normative atau etik, artinya sosiologi berbicara apa adanya tentang fakta sosial secara analitis, bukan mempersoalkan baik – buruknya fakta sosial tersebut. Bandingkan dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
3. Bersifat ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola – pola umum dari interaksi sosial antar manusia dalam masyarakat
4.Merupakan ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan
5.Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, atau ilmu pengetahuan yang bersifat teoristis.
2.6 Apa Saja Kegunaan Sosiologi

Sosiologi mempunyai kegunaan dalam menemukan sebab terjadinya masalah sosial dan dalam tahap pembangunan.

1) Dalam menemukan sebab terjadinya masalah sosial
Sesuai dengan objek kajiannya, sosiologi terutama meneliti gejala-gejala dalam masyarakat , seperti norma-norma, kelompok sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, serta perwujudannya. Tetapi dalam masyarakat, gejala-gejala tersebut sebagian ada yang berlangsung tidak dengan semestinya atau tidak normal. Gejala-gejala yang tidak normal tersebut dinamakan sebagai masalah sosial. Sosiologi dalam hal ini bermanfaat dalam hal menyoroti masalah –masalah sosial walaupun sebenarnya sosiologi juga bermanfaat bagi bidang-bidang lainnya, misalnya pemerintahan, pendidikan, juga industri.
Dalam sosiologi, untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi seperti kemiskinan, masalah yang terjadi pada generasi muda, alkoholisme bahkan pelacuran, diperlukan suatu perencanaan sosial yang baik. Untuk itu, terlebih dahulu perlu dilihat lagi masalah-masalah sosial seperti apakah yang sebenarnya dihadapi.
Sosiologi berusaha mempelajari masalah-masalah sosial tersebut dengan tujuan untuk menemuka sebab terjadinya masalah tersebut, tetapi tidak terlalu menekankan pada pemecahan atau jalan keluar dari masalah tersebut. Dengan penelitian yang dilakukan, akan diperoleh ata dan kemudian digunakan untuk merencanakan kebijakan yang menyangkut masyarakat.

2) Dalam tahap pembangunan
Suatu penelitian yang dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran yang sejalan dengan hasrat atau keinginan manusia untuk mengetahui apa yang dihadapinya dalam kehidupan. Selain itu, penelitian juga merupakan saran bagi masyarakat untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.
Penelitian dalam sosiologi sendiri merupakan proses pengungkapan kebenaran dengan menggunakan konsep-konsep dasar seperti interaksi sosial, kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, lapisan sosial, kekuasaan, dan wewenang, perubahan-perubahansosial, dan masalah sosial. Hasil penelitian sosiologi nantinya dapat dimanfaatkan oleh ilmu-ilmu sosial lainnya, karena penelitian sosiologi banyak memusatkan perhatian kepada masyarakat.

2.7 Apa Saja Objek Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.
·         Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
·         Objek Formal
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
·         Objek budaya
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.
·         Objek Agama
Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat.dan banyak juga hal-hal ataupaun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.

2.8 Dimana Saja Ruang Lingkup Sosiologi

Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi didesa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya.Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:

·         Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
·         Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
·         Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.

Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

2.9 Apa Saja Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.

  • Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
  • Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.
·Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.

·Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.

·Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.

·Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.

·Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.

·Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.

·Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

2.10  Tujuan Sosiologi Pendidikan
Sosiologi Pendidikan dalam perkembangannya mempunyai beberapa tujuan praktis, diantaranya adalah :
  • Memberikan analisis terhadap pendidikan sebagai alat kemajuan sosial.
  • Merumuskan tujuan pendidikan
  • Sebagai sebuah bentuk aplikasi Sosiologi terhadap pendidikan
  • Menjelaskan proses pendidikan sebagai proses sosialisasi
  • Memberikan pengajaran Sosiologi bagi tenaga-tenaga kependidikan dan penelitian pendidikan
  • Menjelaskan peranan pendidikan di masyarakat
  • Menjelaskan pola interaksi di sekolah dan antara sekolah dengan masyarakat



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada dasarnya Ilmu sosial dasar dengan sosiologi memiliki ruang lingkup permasalahan yang sama, yaitu mengenai proses sosial. Dalam ilmu sosiologi, permasalahan sosial yang dibahas lebih spesifik yaitu mengenai suatu bentuk Interaksi Sosial yang dilakukan suatu individu kepada kelompok begitupun sebaliknya kelompok kepada individu.
Sementara Ilmu Sosial Dasar, karena ilmu sosial yang paling dasar  oleh karena itu dalam ilmu ini menelaah permasalahan sosial bukan dari suatu objek hasil dari penelitian sendiri melainkan dari permasalahan sosial yang terjadi didalam ilmu sosial lainnya, seperti salah satunya adalah permasalahan sosial yang dibahas dalam Ilmu sosiologi yang kemudian dari berbagai macam permasalahan tersebut dikembangkan menjadi suatu ilmu pengetahuan yang pembahasan awalnya spesifik menjadi secara umum.
Pada dasarnya psikologi adalah ilmu yang paling berhubungan dengan ilmu sosial lainnya, bukan hanya ilmu sosial dasar, tetapi ilmu sosiologi, antropologi, ekonomi, dan ilmu sosial lainya memiliki keterkaitan dengan Psikologi.
Psikologi sosial merupakan cabang dari ilmu Psikologi yang lebih membahas ke dalam permasalahan sosial. Dalam ilmu ini lebih memfokuskan kedalam ruang lingkup pembahasan pengaruh sosial terhadap proses individu, proses individual bersama, dan interaksi individu terhadap kelompok.
Jadi ISD dalam bidang sosiologi sangatlah penting dan berpengaruh terhadap kehidupan kita,karena ilmu sosiologi sangat membantu kita untuk menjadi individu yang baik.


3.2 Saran
Supaya dihari yang akan datang akan muncul lagi teori-teori sosiologi yang lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat luas. Sebaiknya Ilmu Sosial dibidang Sosiologi lebih di kembangkan di indonesia, karena banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari isi-isi ilmu di dalamnya.




DAFTAR PUSTAKA

Ø  http://caesario-nanda.blogspot.com/2011/10/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang.html
Ø  http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
Ø  http://dianherlinawati.com/2010/01/31/definisi-sosiologi-menurut-beberapa-ahli/
Ø  http://fkmutu.blogspot.com/2011/03/makalah-psikologi-sosial.html
Ø  http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi


Ø  

0 komentar:

Poskan Komentar